DPRD Manggarai Barat RDP Bersama Pemuda Binaan Yakines, Isu Pertanian Hingga Keberadaan Perusahaan Galian C
DPRD Manggarai Barat Gelar RDP dengan 30 Pemuda Binaan Yakines, Bahas Isu Pertanian dan Lingkungan

LABUANBAJOVOICE.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama 30 pemuda binaan Yakines pada Rabu, 19 Maret 2025, di kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat. Pertemuan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi dan keresahan mereka, terutama terkait sektor pertanian dan isu lingkungan.
RDP ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Yopi Widyanti, yang juga merupakan anggota Fraksi Partai NasDem Plus. Dalam diskusi yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, para pemuda menyampaikan harapan serta tantangan yang mereka hadapi sebagai calon petani masa depan.
“RDP dipimpin Ketua Komisi B, Ibu Yopi. Ini menjadi momen penting dalam menyuarakan keresahan generasi muda terhadap sektor pertanian. Dengan suasana penuh kekeluargaan, mereka (anak muda) membawa harapan sekaligus kekhawatiran mereka sebagai calon petani masa depan,” ujar Kanisius Jehabut, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, dalam keterangannya kepada media, Rabu malam.
Salah satu isu utama yang mencuat dalam pertemuan ini adalah kekhawatiran pemuda dari Desa Compang Longgo dan Desa Pantar terhadap aktivitas perusahaan galian C yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan pertanian.
Menurut Kanisius Jehabut, dampak dari eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali dapat mengancam ketersediaan lahan pertanian, merusak ekosistem, serta menurunkan kualitas tanah dan air yang merupakan elemen penting bagi pertanian.
“Masalah ini bukan hanya berdampak pada kelestarian alam, tetapi juga terhadap masa depan pertanian di daerah tersebut. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali dapat mengancam ketersediaan lahan pertanian, mengganggu ekosistem, dan menurunkan kualitas tanah serta air,” tegasnya.
Lebih lanjut, politisi Gerindra itu menekankan bahwa pemerintah memiliki peran krusial dalam mengawasi serta menindak tegas perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggung jawab dalam kegiatan eksploitasi sumber daya.
“Jika tidak ada pengawasan yang ketat, dampak jangka panjangnya bisa sangat merugikan, terutama bagi generasi muda yang masih ingin bertani dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Kanisius.
Menurut Kanisius, dalam pertemuan tersebut, para pemuda juga menegaskan harapan mereka agar pemerintah daerah dan DPRD tidak hanya sekadar mendengar aspirasi, tetapi juga segera mengambil langkah konkret dalam menertibkan perusahaan galian C yang beroperasi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Jika anak muda saja sudah peduli, seharusnya pemerintah pun lebih sigap dalam bertindak demi masa depan yang lebih baik,” ungkap Kanisius Jehabut.
RDP ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sektor pertanian dan keberlanjutan lingkungan. Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan muncul kebijakan yang lebih berpihak kepada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani muda yang ingin terus mengembangkan sektor pertanian di Manggarai Barat.
Penulis: Hamid