Aloysius menegaskan bahwa sesi role play di akhir kegiatan menjadi momentum penting bagi peserta untuk menguji kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.
“Melalui role play, peserta bisa langsung mempraktikkan peran sebagai pramuwisata, sehingga mereka lebih siap menghadapi wisatawan secara nyata,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini mampu mencetak pramuwisata yang kompeten dan siap bersaing di industri pariwisata, khususnya di Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi super prioritas nasional.
“Kami ingin melahirkan pramuwisata yang tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktik dan etika pelayanan yang baik,” ujarnya.
Sebelumnya, DPC HPI Manggarai Barat membuka pendaftaran diklat pada 24–26 Februari 2026 dengan jumlah pendaftar mencapai 232 orang, terdiri dari 221 laki-laki dan 11 perempuan.
Setelah melalui proses verifikasi berkas pada 27–28 Februari 2026, sebanyak 224 peserta dinyatakan lolos, sementara delapan lainnya tidak memenuhi syarat.
Dari sisi latar belakang pendidikan, peserta didominasi lulusan SMK sebanyak 102 orang, disusul SMA 48 orang, sarjana 63 orang, dan diploma 11 orang.





Tinggalkan Balasan