Sebanyak 224 peserta dibagi ke dalam delapan kelompok, masing-masing terdiri dari sekitar 30 orang. Setiap kelompok dipandu oleh instruktur pramuwisata senior yang berperan sebagai mentor sekaligus evaluator selama kegiatan berlangsung.
Para peserta menjalani tiga tahapan utama dalam standar kepemanduan wisata. Pada tahap pre-tour, peserta mempersiapkan seluruh aspek teknis seperti dokumen perjalanan, itinerary, kesiapan transportasi, hingga koordinasi dengan pengelola destinasi. Tahapan ini bertujuan memastikan kelancaran operasional tur.
Memasuki tahap on-tour, peserta mempraktikkan secara langsung pelayanan kepemanduan, mulai dari penyampaian informasi kepada wisatawan, pengelolaan kelompok, hingga penanganan kendala di lapangan. Fokusnya adalah menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan.
Sementara itu, pada tahap post-tour, peserta diarahkan untuk melakukan evaluasi dan penyusunan laporan perjalanan. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan pramuwisata secara berkelanjutan.





Tinggalkan Balasan