LABUANBAJOVOICE.COM – Insiden kecelakaan lalu lintas kembali mengguncang pusat aktivitas Kota Pariwisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peristiwa yang melibatkan sebuah mobil Toyota Innova dan truk pengangkut sampah ini terjadi di kawasan padat aktivitas Kampung Air, tepatnya di depan Cabang Pasar Lama, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 05.30 Wita.
Kecelakaan yang berlangsung saat aktivitas masyarakat mulai menggeliat itu diduga dipicu kombinasi faktor kelalaian pengemudi serta minimnya standar keselamatan kendaraan operasional kebersihan.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan lalu lintas di jalur vital perkotaan Labuan Bajo yang semakin ramai seiring pesatnya perkembangan sektor pariwisata.
Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos., membenarkan kejadian tersebut.
“Pagi tadi, sebuah kecelakaan melibatkan kendaraan roda empat dan roda enam terjadi di persimpangan Pasar Lama, Kampung Tengah, yang berlokasi tepat di depan Kampung Mart,” kata Kasat Lantas Polres Mabar, AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos. dalam keterangannya, Minggu siang.
Kronologi Kecelakaan: Truk Melambat, Innova Melaju Tanpa Kendali
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, kecelakaan bermula saat truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manggarai Barat dengan nomor polisi EB 970 WP yang dikemudikan Agustinus Andur (58) bergerak perlahan dari arah Kampung Ujung menuju Kampung Air.
Saat itu, Agustinus bersama dua petugas kebersihan lainnya sedang bersiap menepi untuk melakukan aktivitas pengangkutan sampah di pinggir jalan.
Namun situasi berubah drastis ketika dari arah yang sama, Toyota Innova bernomor polisi EB 1162 GB yang dikemudikan Ferdinandus Orgis (31) melaju dengan kecepatan tinggi.
Benturan keras tak terhindarkan. Bagian depan mobil Innova menghantam kuat bagian belakang truk sampah yang tengah melambat.
“Menurut saksi mata, kecelakaan bermula saat truk sampah sedang melambat untuk mengambil sampah di pinggir jalan. Tak lama kemudian, sebuah mobil Innova menabrak bagian belakang truk dengan keras hingga mengalami kerusakan berat di bagian depan,” jelasnya.
Hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa pengemudi mobil Innova diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat mengemudi.
Kondisi tersebut menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi dan gagal mengendalikan kendaraan dengan baik.
“Kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi kendaraan roda empat (Innova) melaju dengan kecepatan tinggi, kurang berhati-hati, serta berada di bawah pengaruh alkohol,” ujar Kasat Lantas.
Temuan ini kembali menegaskan bahaya mengemudi dalam kondisi tidak sadar penuh, terlebih di jalur perkotaan dengan aktivitas kendaraan operasional pelayanan publik yang bergerak dinamis sejak subuh.
Selain faktor pengemudi, penyelidikan juga menemukan adanya persoalan teknis pada kendaraan truk sampah yang turut memperbesar risiko kecelakaan.
Truk tersebut diketahui tidak dilengkapi sistem pencahayaan belakang yang memadai.
Ketiadaan lampu rem, lampu parkir, serta lampu sein membuat visibilitas kendaraan menjadi sangat terbatas, terlebih pada kondisi cuaca mendung dan minim cahaya pada pagi hari.
“Truk sampah tersebut tidak dilengkapi dengan sistem pencahayaan atau lampu indikator belakang yang memadai, meliputi lampu rem, lampu parkir, serta lampu penanda arah (sein) yang tidak tersedia,” ungkapnya.
Kondisi ini menjadi catatan serius terhadap standar keselamatan armada pelayanan publik, terutama kendaraan yang beroperasi di jalur utama perkotaan dan pada jam rawan visibilitas rendah.
Meski kecelakaan berlangsung cukup keras, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pengemudi Innova, Ferdinandus Orgis, hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta, terutama akibat kerusakan berat pada bagian depan mobil Innova.
Dalam proses penyelidikan, aparat kepolisian telah memeriksa dua saksi mata yang berada di lokasi kejadian, yakni Basilius Emilda Judi (33) dan Damasus Nabu (29).
“Sehubungan dengan insiden kecelakaan tersebut, dua orang saksi mata telah dimintai keterangan awal guna keperluan penyelidikan,” sebut Ajun Komisaris Polisi itu.
Petugas Satlantas Polres Manggarai Barat juga langsung melakukan pengamanan lokasi kejadian, pendataan identitas para pihak, serta membawa korban untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Kini, kedua kendaraan telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut guna memastikan tanggung jawab hukum dari masing-masing pihak yang terlibat,” ujarnya.
Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bahwa keselamatan berlalu lintas di Labuan Bajo tidak hanya menjadi tanggung jawab individu pengemudi, tetapi juga berkaitan erat dengan kesiapan teknis kendaraan.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan di Labuan Bajo, standar keselamatan kendaraan, baik pribadi maupun armada pelayanan publik, menjadi faktor krusial dalam menjaga citra destinasi super prioritas nasional.
AKP Parta juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengedepankan keselamatan saat berkendara.
“Selalu pastikan anda dalam keadaan sadar dan kendaraan dalam kondisi prima (terutama lampu) sebelum berkendara demi keselamatan bersama,” tutur AKP Parta.**





Tinggalkan Balasan