LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan resmi meluncurkan Desa Wisata Batu Tiri, Kecamatan Lembor Selatan dengan spot wisatanya Pantai Berenang, Minggu (15/12/2025).
Peluncuran ini menjadi penanda penting transformasi pembangunan pariwisata berbasis masyarakat, sekaligus strategi daerah menggeser konsentrasi kunjungan wisatawan yang selama ini terpusat di laut menuju kawasan darat.
Peresmian desa wisata tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, yang ditandai dengan pemukulan gong dan disaksikan unsur pemerintah kecamatan, TNI, pelaku pariwisata, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Stefanus menegaskan bahwa peluncuran Desa Wisata Watu Tiri merupakan buah dari kerja keras selama dua tahun terakhir yang penuh tantangan dan dinamika, mulai dari pembangunan sarana prasarana hingga pelaksanaan program inovatif Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi).
“Senang rasanya dalam 2 tahun terakhir ini kita bekerja keras sehingga hari ini kita launching desa wisata Pantai Berenang, Desa Batu Tiri Kecamatan, Lembor Selatan mulai dari proses pembangunan sarana dan prasarana sampai kami laksanakan program Fasmadewi.” ujar Stefanus
Menurutnya, begitu banyak lika-liku dan dinamika yang berjalan selama ini, tapi karena kita semua punya semangat dan cita-cita yang sama, Puji Tuhan hari ini kemudian kita berada di sini untuk bersama-sama meresmikannya.
Ia menjelaskan, Program Fasmadewi merupakan inovasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan yang hampir 100 persen berfokus pada edukasi masyarakat, pembentukan mindset, serta cara berpikir dalam menata dan mengelola desa wisata.
“Program Fasmadewi merupakan program inovasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan di mana dalam program ini hampir 100% lebih banyak mengedukasi masyarakat, melatih mindset dan cara berpikir tentang menata sebuah desa wisata. Pengelolaan desa wisata ini mestinya semangatnya lebih besar dari bawah, dari masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan desa wisata dilandasi data kunjungan wisatawan Manggarai Barat tahun 2020–2023, di mana sekitar 80 persen wisatawan domestik dan mancanegara hanya berkunjung ke Taman Nasional Komodo (TNK).
“Apakah kita tuan rumah di Manggarai Barat hanya mau jadi penonton di kota dengan predikat super prioritas ini?” ucapnya kritis.
Karena itu, kata dia, pemerintah daerah melahirkan inovasi Fasmadewi agar desa-desa wisata ditata secara serius sehingga manfaat ekonomi tidak hanya berputar di sektor laut, tetapi juga mengalir ke daratan.
“Kami harus menata desa wisata supaya uang yang tadinya lebih banyak ke laut bisa juga dibawa ke darat, artinya tamu baik domestik maupun mancanegara berkunjung juga ke darat,” lanjutnya.
Stefanus menekankan bahwa peran pemerintah adalah mendampingi, sementara ruh utama pengelolaan desa wisata berada di tangan masyarakat, terutama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Semangat sesungguhnya menata sebuah desa wisata itu lari-larinya ke masyarakat. Leader yang ada di lapangan itu adalah Pokdarwis. Kepada Pokdarwis jangan pernah berhenti untuk berinovasi bagaimana sebuah desa wisata supaya bisa dikenal,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi tokoh adat dan pemerintah desa yang dengan kerelaan hati membuka dan memperluas akses masuk kawasan wisata.
“Sekali lagi terima kasih banyak. Akses masuk yang tadinya kecil sekarang jadi besar. Itu kerelaan dari bapak kades dan tua golo,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dijaga bersama.
“Setelah bangunan ini dibangun oleh pemerintah, akhirnya masyarakat harus jaga tempat ini. Kalau kerja bersama-sama pasti hasilnya baik,” tandasnya.
Kepala Desa Watu Tiri, Stendly Dugis, menyebut peluncuran Desa Wisata Watu Tiri sebagai momen bersejarah yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Hari ini merupakan momen yang sangat berharga untuk kami masyarakat Desa Batu Tiri karena ini merupakan momen yang bersejarah yang sudah lama kami tunggu-tunggu,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran destinasi wisata ini tidak sekadar menjadi ikon, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat lokal melalui pariwisata berkelanjutan.
“Kami ingin agar masyarakat desa bukan saja menjadi penonton melainkan sebagai pelaku usaha,” tegasnya.
Stendly juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, khususnya Dinas Pariwisata, yang telah menetapkan Desa Batu Tiri sebagai desa wisata, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.
“Terima kasih yang berlimpah kepada teman-teman Pokdarwis, BUMDes, SMKN 1 Lembor Selatan, dan semua pihak yang telah mencurahkan waktu serta tenaga,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dan pelatihan bagi masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun dapat dikelola secara optimal.
“Kami sangat mengharapkan dampingan dan pelatihan-pelatihan dari dinas agar sumber daya masyarakat, terlebih pelaku usaha, semakin meningkat,” ujarnya.
Ketua Pokdarwis Desa Watu Tiri, Silvester Tita, menyampaikan rasa syukur atas ditetapkannya Desa Batu Tiri sebagai desa program Fasmadewi tahun 2025.
“Kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingganya kepada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat yang telah menetapkan Desa Batu Tiri sebagai salah satu desa program pos mandiri di tahun 2025,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, selama kurang lebih 10 bulan pelaksanaan program, Pokdarwis bersama tim fasilitator telah melakukan berbagai kegiatan, mulai dari pemetaan potensi wisata, kebersihan pantai, penataan homestay, hingga pengembangan pangan lokal seperti sorgum.
“Hari ini tanggal 15 Desember adalah hari yang bersejarah bagi Pokdarwis dan Desa Batu Tiri karena kita sama-sama telah menyaksikan launching desa wisata Batu Tiri. Ini membawa sejarah baru dan semoga menjadi kekuatan baru bagi kemajuan ekonomi,” ujarnya.
Silvester juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara serta berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut.
Peluncuran Desa Wisata Watu Tiri turut dihadiri Camat Lembor Selatan, Koramil 1612 Lembor, perwakilan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat, para tetua adat, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, serta rekan-rekan media.
Dengan diluncurkannya Desa Wisata Pantai Berenang Watu Tiri, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menegaskan komitmennya menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat pariwisata berkelanjutan, serta memastikan masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata daerah super prioritas.**





Tinggalkan Balasan