LABUANBAJOVOICE.COM – Otoritas pelabuhan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kondisi ini berdampak langsung pada keselamatan pelayaran, khususnya aktivitas kapal wisata di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo secara resmi menerbitkan Maklumat Pelayaran Nomor: 09/MP-I/2026 tentang Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem.
Maklumat tersebut dikeluarkan sebagai tindak lanjut informasi prakiraan kecepatan angin dan tinggi gelombang dari BMKG tertanggal 26 Januari 2026, yang diperkuat hasil pengamatan laut dari pos darat serta laporan kapal-kapal di lapangan.
Dalam maklumat tersebut ditegaskan bahwa pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk seluruh kapal wisata, termasuk speed boat, ditutup sementara mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026, atau sampai kondisi cuaca dinyatakan membaik berdasarkan informasi resmi BMKG.
“Maka pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk semua kapal wisata (termasuk speed boat) ditutup sementara tanggal 29 Januari 2026 – 01 Februari 2026 / sampai cuaca membaik kembali berdasarkan informasi dari BMKG,” demikian bunyi pengumuman resmi KSOP Labuan Bajo.
KSOP Labuan Bajo juga mengeluarkan sejumlah imbauan dan instruksi penting demi keselamatan pelayaran, antara lain:
1. Nakhoda diminta memastikan kelaiklautan kapal serta mengambil langkah perlindungan jika cuaca memburuk;
2. Kapal diimbau saling memberitahukan apabila mengetahui adanya potensi bahaya cuaca;
3. Kapal yang berada di perairan diminta menyesuaikan pelayaran, berlabuh, atau melakukan mooring di area terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat, dengan mesin dalam kondisi siaga;
4. Koordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas wajib dilakukan apabila cuaca menunjukkan tanda-tanda semakin memburuk.
Maklumat tersebut ditandatangani dan ditetapkan di Labuan Bajo pada 28 Januari 2026 oleh Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo.
BMKG: Gelombang Sedang hingga Tinggi Dominasi Perairan NTT
Sejalan dengan kebijakan penutupan SPB, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau – Kupang juga merilis Prakiraan Tinggi Gelombang di Wilayah Perairan Nusa Tenggara Timur dengan nomor B/ME.01.02/WP/28/KTUG/I/2026 yang berlaku 29 Januari hingga 4 Februari 2026.
Dalam rilis tersebut, BMKG memetakan sejumlah perairan di NTT yang berpotensi mengalami gelombang kategori sedang (1,25–2,5 meter), bahkan mendekati tinggi di beberapa wilayah, antara lain:
- Selat Sape bagian selatan
- Perairan selatan Flores
- Selat Alor
- Selat Pantar
- Perairan selatan Alor–Pantar
- Selat Sumba bagian barat
BMKG juga mencatat bahwa keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap dapat memperburuk kondisi dengan meningkatkan kecepatan angin serta tinggi gelombang secara signifikan.
Penutupan sementara SPB kapal wisata di Labuan Bajo dinilai sebagai langkah preventif dan strategis guna mencegah risiko kecelakaan laut, mengingat kawasan tersebut merupakan destinasi super prioritas dengan intensitas aktivitas wisata bahari yang tinggi.
BMKG dan KSOP mengimbau seluruh pelaku usaha pelayaran, operator wisata, nelayan, serta masyarakat pesisir untuk terus memantau informasi cuaca resmi, menghindari pelayaran saat kondisi berisiko, dan mengutamakan keselamatan di atas kepentingan operasional.
Langkah ini sekaligus menjadi peringatan dini bahwa dinamika cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, seiring aktifnya sistem atmosfer di wilayah Nusa Tenggara Timur.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan