“Kalau pergeseran pasukan ke wilayah timur Flores bisa sampai 12 jam, bahkan 24 jam. Kalau Batalyon D terbentuk, tentu akan lebih cepat dan efisien,” kata Antonio.

Saat ini, terdapat empat kompi Brimob yang berada di bawah Batalyon B Pelopor Labuan Bajo, yakni Kompi 1 di Maumere (Sikka), Kompi 2 di wilayah Manggarai, Kompi 3 di Ende, dan Kompi 4 di Labuan Bajo.

Dengan struktur tersebut, seluruh wilayah Flores masih berada dalam satu komando Batalyon B.

Jika Batalyon D terbentuk, maka wilayah kerja akan terbagi. Batalyon B nantinya hanya akan meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.

Antonio menegaskan, keberadaan tambahan batalyon akan meningkatkan kecepatan respons aparat dalam menangani berbagai potensi gangguan keamanan.

“Brimob selalu siap hadir dalam kondisi apa pun, terutama saat terjadi gejolak. Tapi tentu kita semua berharap situasi di Flores tetap kondusif,” tegasnya.

Menurutnya, pembentukan Batalyon D juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat stabilitas keamanan di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis kompleks.