Sebagai pimpinan wilayah, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang untuk terus hadir secara dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dengan pelayanan yang tidak hanya cepat tetapi juga berlandaskan empati.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan. Tidak hanya cepat, tetapi juga penuh empati dan menghargai setiap warga,” tegasnya.

Dalam refleksi yang lebih mendalam, Alfonsius menegaskan bahwa terdapat keunikan sosial yang menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat Sano Nggoang dan wilayah Kempo secara umum.

Ia menyebut bahwa hampir setiap keluarga memiliki latar belakang keberagaman agama, khususnya antara Muslim dan Katolik, yang telah menjadi warisan leluhur dan terus terjaga hingga kini.

“Hal yang sangat unik di Sano Nggoang bahkan seluruh wilayah Kempo, bahwa hampir setiap keluarga dalam silsilahnya pasti ada yang Muslim dan ada yang Katolik. Ini semacam warisan leluhur yang patut kita rawat dan jaga bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, realitas tersebut menjadi bukti nyata bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan telah hidup dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat.