Kedua adalah implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp400 miliar di Manggarai Barat, terutama bagi petani, nelayan, dan peternak yang masuk dalam rantai pasok bahan pangan.
“Tantangannya adalah memastikan bahwa masyarakat lokal dapat mengambil peran yang lebih besar sebagai pelaku ekonomi sehingga berbagai peluang tersebut memberikan manfaat nyata,” tegas Bupati Endi.
Selain ekonomi, Bupati Endi menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia melalui pendidikan, terutama pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Saat ini NTT memiliki 364 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan lebih dari 43 ribu siswa, termasuk 19 SMK di Manggarai Barat. Meski demikian, kualitas pembelajaran, fasilitas praktik, serta keterhubungan dengan dunia usaha dinilai masih perlu diperkuat.
Ia juga menyoroti peran pendidikan Katolik yang memiliki sejarah panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia di NTT.
“Pendidikan Katolik memiliki peluang untuk memperkuat perannya melalui pengembangan pendidikan berbasis keterampilan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, Gereja, dan dunia usaha, pendidikan Katolik dapat terus relevan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.





Tinggalkan Balasan