Dalam forum tersebut, Bupati Endi mendapat kesempatan memaparkan kondisi sejumlah sektor strategis di Kabupaten Manggarai Barat, termasuk perkembangan ekonomi daerah.
Ia menyampaikan bahwa perekonomian Manggarai Barat mencatat pertumbuhan 6,11 persen pada 2025, salah satu yang tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Namun, menurut dia, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Sebagian besar masyarakat Manggarai Barat masih menggantungkan hidup pada sektor-sektor seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kontribusi sektor industri pengolahan baru mencapai 0,54 persen, sehingga banyak produk lokal yang dipasarkan masih dalam bentuk bahan mentah,” ungkap Bupati Endi.
Ia menilai struktur ekonomi tersebut menunjukkan perlunya transformasi agar produk lokal memiliki nilai tambah lebih besar.
Bupati Endi mengidentifikasi dua sektor yang berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat Manggarai Barat.
Pertama adalah sektor pariwisata yang berkembang pesat sejak Labuan Bajo ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas nasional. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 411.349 orang pada 2024 menjadi 500.008 orang pada 2025.





Tinggalkan Balasan