LABUANBAJOVOICE.COM – Dalam upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif kenakalan remaja, jajaran Kepolisian menggelar kegiatan upacara bendera sekaligus pertemuan lintas sekolah di Lapangan SMPN 6 Welak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Senin (19/1/2026).

Upacara tersebut diikuti oleh ratusan siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SDI Paje, SMPN 6 Welak, dan SMKN 2 Welak, beserta para guru dan orang tua murid.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi dan pembinaan karakter sejak dini, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat kepolisian.

Dalam upacara yang dibalut dengan kegiatan sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari bullying fisik, verbal, hingga cyberbullying, serta cara melaporkan tindakan tersebut secara aman dan bertanggung jawab.

Kapolsek Lembor, IPDA Vinsen Bagus, S.I.P., menegaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan antar teman, melainkan perbuatan yang memiliki konsekuensi hukum dan dampak psikologis jangka panjang bagi korban.

“Kami ingin adik-adik memahami bahwa apa yang mereka anggap bercanda, bisa jadi merupakan tindakan perundungan yang melanggar hukum dan merusak masa depan orang lain,” kata Kapolsek Lembor dalam keterangannya, Selasa (20/1) malam.

IPDA Vinsen menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas meningkatnya tren kenakalan remaja di era digital, mulai dari penyalahgunaan media sosial hingga perundungan fisik maupun verbal yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman. Tidak ada ruang bagi kekerasan, baik itu fisik, verbal, maupun di dunia maya,” jelasnya.

Selain masalah perilaku, pihak kepolisian juga memberikan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas, terutama bagi siswa yang telah menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah.

“Para siswa, terutama mereka yang sudah menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah, diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan di jalan raya guna meminimalisir risiko kecelakaan,” ujar Pak Vinsen, sapaan akrabnya.

Usai upacara, agenda dilanjutkan dengan pertemuan antara orang tua murid, siswa, dan para guru dari ketiga sekolah. Pertemuan ini berfokus pada penguatan karakter anak melalui kolaborasi antara lingkungan rumah dan sekolah.

Beberapa poin penting yang ditekankan dalam forum tersebut antara lain:

Peran Aktif Orang Tua: Dukungan penuh orang tua dinilai sangat krusial dalam keberhasilan pendidikan anak.

Komunikasi Efektif: Pentingnya komunikasi intens antara pihak sekolah dan orang tua agar perkembangan anak terpantau dengan baik.

Pembentukan Karakter: Guru dan orang tua diharapkan bekerja sama membentuk mental dan kepribadian anak yang tangguh dan positif.

Pembinaan Terukur: Disepakati bahwa pembinaan terhadap siswa yang melakukan pelanggaran harus bersifat mendidik, terukur, dan dalam batas kewajaran.

“Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah. Kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman tanpa ada tekanan atau perilaku menyimpang lainnya,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMPN 6 Welak, Heribertus Adipien, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan materi yang diberikan oleh pihak kepolisian.

“Terima kasih banyak kepada pihak Kepolisian atas kunjungan dan edukasinya. Materi yang diberikan sangat mendukung upaya kami dalam meningkatkan kedisiplinan murid serta mempererat koordinasi antara orang tua dan guru,” tuturnya.

Senada dengan itu, perwakilan orang tua murid, Bonefasius Jelahu, menilai kegiatan tersebut sangat positif bagi perkembangan anak-anak ke depan.

“Melalui pertemuan yang inspiratif ini, kami sebagai orang tua merasa lebih tenang dan dilibatkan. Kami percaya sinergi ini akan berdampak positif pada perkembangan anak-anak di masa mendatang,” sebutnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan berkarakter di wilayah Kecamatan Welak, sekaligus memperkuat peran pendidikan sebagai fondasi masa depan generasi muda Manggarai Barat.**