LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Barat menetapkan Kecamatan Mbeliling sebagai lokasi percontohan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026.

Tiga desa yang ditunjuk sebagai pilot project yakni Desa Tondong Belang, Desa Cunca Wulang, dan Desa Cunca Lolos.

Program Desa Cantik bertujuan meningkatkan literasi statistik, kesadaran, serta peran aktif perangkat desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik desa.

Program ini memfokuskan penguatan pengelolaan data sosial ekonomi, kemiskinan, kependudukan, hingga potensi desa secara akurat dan terpadu.

Pencanangan dan sosialisasi program tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Edistasius Endi. Ia menilai penunjukan desa percontohan menjadi langkah strategis dalam mendorong pembangunan berbasis data yang terukur.

“Saya usulkan agar desa lain juga menjadi sampel misalnya Desa Batu Cermin di jadikan sampel karena jumlah penduduknya yang besar dan heterogen, serta mewakili basis masyarakat petani sekaligus memiliki potensi pariwisata,” katanya.

Menurut Bupati, Desa Batu Cermin dinilai mampu merepresentasikan dinamika sosial ekonomi masyarakat Manggarai Barat yang kompleks sehingga hasil pendataan dapat menjadi rujukan kebijakan pembangunan daerah.

“Saya usulkan Desa Batu Cermin karena sangat mencerminkan kompleksitas masyarakat Manggarai Barat. Hasil akhirnya nanti bisa menggambarkan arah kebijakan kita ke depan,” jelasnya.

Usulan tersebut disampaikan Bupati Endi dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Lumbung MBG, penetapan batas harga, serta pencanangan Program Desa Cantik Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Setda Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (12/02/2026). Program Desa Cantik diharapkan menjadi fondasi pembangunan desa berbasis data berkualitas.

Melalui program ini, pemerintah desa didorong mampu menghasilkan data statistik yang valid, mutakhir, dan terintegrasi guna mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

Pencanangan program tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Yulianus Weng, jajaran Forkopimda, DPRD, Kepala BPS Manggarai Barat, BPJS Ketenagakerjaan, para staf ahli, pimpinan perangkat daerah, camat se-Manggarai Barat, kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan.

Ke depan, implementasi Desa Cantik diharapkan memperkuat sistem perencanaan pembangunan daerah berbasis statistik terpadu, sekaligus menjadi instrumen pengambilan kebijakan yang lebih presisi dan berkelanjutan.**