Langkah ini dinilai penting untuk membangun ekosistem pariwisata yang komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan di Labuan Bajo.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, menegaskan komitmen lembaganya dalam mengorkestrasi program lintas sektor, termasuk penguatan produk wisata darat.
“Kami di BPOLBF terus mendorong implementasi travel pattern yang telah disusun untuk berbagai destinasi dan aktivitas di Kota Labuan Bajo, termasuk wisata religi Katolik, desa wisata, serta penguatan beragam event darat sebagai strategi memperpanjang lama tinggal wisatawan,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan destinasi terpadu Parapuar melalui event ‘Weekend at Parapuar’ menjadi salah satu fokus untuk menghadirkan atraksi darat yang terkurasi, terintegrasi, dan siap jual.
Audiensi tersebut juga membahas peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM pariwisata—khususnya tenaga kerja wisata bahari—penataan regulasi dan perizinan, dukungan pengembangan desa wisata, serta aspek keselamatan dan keamanan wisatawan.





Tinggalkan Balasan