Ketua Umum Pengurus Nasional PGWI, Deni Sugandi, mengatakan diklat tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam sektor geowisata.
“Diklat ini mungkin merupakan langkah kecil, tetapi kita harus ingat bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah fondasi utama dalam pengembangan geowisata,” jelasnya.
Menurut dia, selain penguatan kompetensi teknis, narasi geowisata juga perlu dikembangkan agar lebih mudah dipahami wisatawan.
“Selain kompetensi teknis, kita juga perlu memperkuat narasi. Geowisata harus bisa ‘membumi’, mudah dipahami, dan mampu menghubungkan nilai-nilai geologi dengan kehidupan masyarakat,” katanya.
Ketua PGWI Labuan Bajo, Saverinus Guardi, menjelaskan bahwa tema kegiatan tersebut lahir dari diskusi mengenai urgensi profesi pemandu geowisata dalam mendukung pengembangan Labuan Bajo dan Flores sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa perkembangan pariwisata di Labuan Bajo harus memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan, sosial budaya, serta perekonomian masyarakat setempat.





Tinggalkan Balasan