LABUANBAJOVOICE.COM — Perhimpunan Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Dewan Pimpinan Wilayah Labuan Bajo menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) pemandu geowisata angkatan pertama guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata berbasis geologi.
Kegiatan bertema “Penguatan Kompetensi Pemandu Geowisata dalam Mendukung Pariwisata Labuan Bajo – Flores sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan” itu berlangsung selama dua hari, 9–10 Maret 2026, di Puncak Waringin dan diikuti oleh 45 peserta.
Diklat tersebut merupakan inisiatif PGWI Labuan Bajo untuk meningkatkan kompetensi para pemandu wisata dalam memperkenalkan kekayaan geologi serta nilai konservasi yang dimiliki Labuan Bajo dan Pulau Flores kepada wisatawan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, menyampaikan apresiasi terhadap langkah PGWI dalam memperkuat kapasitas pemandu geowisata.
“Kami di Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores memandang bahwa pengembangan geowisata di Labuan Bajo Flores perlu dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, komunitas, maupun asosiasi profesi seperti PGWI,” ujar Andhy.





Tinggalkan Balasan