LABUANBAJOVOICE.COM — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai Timur pada Sabtu, 7 Juni 2025, dan menyempatkan diri mengunjungi KopiBee Peot Borong, salah satu pelaku usaha kuliner lokal unggulan di daerah tersebut.
Kunjungan ini bertujuan untuk menggali potensi gastronomi lokal yang dimiliki Manggarai Timur, yang dikenal memiliki warisan kuliner yang kuat dan selaras dengan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.
Hal ini menegaskan adanya kesinambungan budaya dan kekayaan rasa yang dapat menjadi kekuatan pariwisata berkelanjutan di wilayah Floratama.
KopiBee Peot dikenal aktif menyediakan menu khas lokal untuk berbagai kegiatan, termasuk dalam agenda pemerintahan.
Walau menerapkan sistem penyajian by order, cita rasa otentik yang ditawarkan KopiBee menunjukkan potensi besar sebagai destinasi kuliner.
Plt Direktur Utama BPOLBF, Fransiskus Xaverius Teguh atau yang akrab disapa Frans, menegaskan pentingnya menjaga warisan kuliner ini sebagai bagian dari pembangunan pariwisata.
“Kuliner lokal merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Gastronomi Lokal Manggarai Timur tidak hanya merepresentasikan cita rasa khas, tetapi juga nilai-nilai tradisi yang menjadi identitas masyarakat,” ujar Frans, Senin (16/06/2025).
“Melalui berbagai pengembangan gastronomi ini, kami berharap wisatawan dapat menikmati pengalaman autentik yang turut menghidupkan ekonomi lokal,” tambahnya.
Beberapa sajian khas yang ditawarkan KopiBee antara lain:
- Kopi Khas Manggarai Timur (Colol): Varian kopi lokal seperti Arabika, Juria, Yellow Catura, dan Robusta;
- Rebok: Makanan dari tepung beras, kelapa, dan gula lokal, yang disajikan dalam berbagai varian;
- Sombu: Jagung muda yang dihaluskan dan dikukus, diberi rasa manis dari gula lokal;
- Ubi Jalar dan Singkong Rebus;
- Pisang Rebus;
- Sambal Teri dan Tempe;
- Lomak: Sayuran lokal dari daun singkong dan kelapa parut, dengan variasi rasa sesuai selera;
Kuliner khas seperti Sombu dan Rebok dinilai sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk oleh-oleh khas Manggarai Timur.
Langkah ini sejalan dengan program Kementerian Pariwisata RI yaitu Pariwisata Naik Kelas, yang mencakup penguatan produk wisata gastronomi, wisata bahari, dan wisata sehat (wellness tourism).
BPOLBF juga menyampaikan komitmennya untuk terus mempromosikan gastronomi lokal sebagai bagian dari identitas pariwisata Floratama.
Salah satu langkah konkret adalah memasukkan menu Sombu ke dalam buku “Gastronomi Lokal Flores” yang sedang dikembangkan oleh Direktorat Pemasaran BPOLBF.





Tinggalkan Balasan