Menurutnya, penguatan sektor budaya dan ekonomi kreatif menjadi langkah strategis untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam dan berkelanjutan.
BPOLBF, lanjut Andy, telah menjalankan sejumlah program untuk mendukung hal tersebut, salah satunya melalui inisiatif Weekend At Parapuar yang berfokus pada pembinaan pelaku seni dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
“Kami melalui program seperti ‘Weekend At Parapuar’ terus membina sanggar seni dan UMKM agar mereka memiliki panggung rutin dan bisa mandiri secara bisnis (B2B) dengan hotel atau restoran, bukan sekadar bergantung pada bantuan pemerintah,” kata Andy.
Dorongan diversifikasi pariwisata ini menjadi kunci dalam menjaga daya saing Labuan Bajo di tingkat global. Ketergantungan pada wisata bahari dinilai tidak cukup untuk menjawab tren wisatawan yang kini mencari pengalaman autentik dan berbasis budaya.
Penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan seni lokal diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan belanja wisata di sektor non-bahari, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.






Tinggalkan Balasan