“Jadi tidak mencakup seluruh wilayah Manggarai Barat, hanya spot-spot tertentu yang dilintasi sel awan tersebut,” tambah Maria.

Dengan karakter yang sangat lokal, dampak angin kencang bisa sangat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain, bahkan dalam jarak yang relatif dekat.

BMKG juga mengungkap keterbatasan teknis dalam memetakan wilayah terdampak secara detail, terutama karena fenomena ini berkembang cepat dan bersifat lokal.

“Jika tanpa radar cuaca, tidak dapat dipastikan wilayah mana saja yg terkena angin kencang karena awan ini,” ujarnya.

Karena fenomena ini berasal dari awan Cumulonimbus yang bersifat lokal dan berkembang cepat, tanpa dukungan radar cuaca, wilayah terdampak angin kencang tidak dapat dipetakan secara detail.

Informasi lokasi terdampak biasanya diperoleh dari laporan pengamatan visual dan laporan lapangan dari masyarakat.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi kawasan Labuan Bajo yang bergantung pada stabilitas cuaca, khususnya untuk aktivitas pelayaran wisata, nelayan, hingga penerbangan.