Pernyataan ini mengindikasikan bahwa wilayah Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo, tengah berada dalam fase cuaca dinamis yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, pelaku wisata, dan operator transportasi laut maupun udara.
Meski sempat mencapai kecepatan signifikan, BMKG memastikan angin kencang tersebut bersifat sementara dan tidak berlangsung lama.
“Ini anginnya durasi singkat karena ada awan cumulonimbus. Angin kencang tadi hanya sesaat saja, sekarang yg tercatat di alat kami untuk kecepatan angin sudah kembali di kisaran 5-10 knot,” jelas Maria.
Kondisi ini menunjukkan karakter khas angin yang dipicu oleh awan Cumulonimbus (Cb), yang dikenal mampu menghasilkan angin kencang mendadak, hujan lebat, hingga petir dalam waktu singkat.
Menjawab pertanyaan awak media terkait wilayah terdampak, BMKG menegaskan bahwa angin kencang tersebut tidak melanda seluruh wilayah Manggarai Barat.
“Karakter angin kencang yg dibangkitkan oleh adanya awan Cumulonimbus (cb) bersifat lokal dan tidak merata. Kejadiannya hanya di area yang tepat berada di bawah atau dekat pertumbuhan awan Cb saat itu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan