LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Manggarai Barat masih berada dalam periode musim kemarau pada Dasarian I September 2025.

Curah hujan diprakirakan rendah, kurang dari 20 mm per 10 hari, sehingga masyarakat diminta waspada potensi kebakaran hutan dan krisis air bersih.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo, Maria Patricia Christin Seran, mengatakan kondisi ini mengacu pada Peta Prediksi Curah Hujan Probabilistik Dasarian I September 2025 dari Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Prakiraan menunjukkan curah hujan di Manggarai Barat masih rendah, di bawah 20 mm per dasarian, sehingga wilayah ini masih berada dalam periode musim kemarau,” jelas Maria, Sabtu (6/9/2025).

Menurutnya, hujan sesekali memang dapat turun akibat dinamika atmosfer, seperti gelombang equatorial Rossby maupun Madden Julian Oscillation (MJO).

Namun, tambahnya, intensitas hujan yang terjadi masih sangat kecil dan belum mampu mengurangi kekeringan yang meluas.

“Fenomena atmosfer ini sifatnya hanya sementara, sehingga tidak bisa diharapkan dapat menambah signifikan ketersediaan air tanah maupun mengurangi risiko kekeringan,” katanya.

Maria menambahkan, rendahnya curah hujan dalam waktu panjang menimbulkan dua ancaman serius di Manggarai Barat, yakni kebakaran hutan/lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah daerah.

“Angin kencang yang menyertai musim kemarau dapat mempercepat meluasnya api. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka atau membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.

BMKG mengimbau perlunya kolaborasi semua pihak untuk menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana di musim kemarau ini.

“Kewaspadaan dini sangat penting agar kita bisa bersama-sama mengurangi dampak kekeringan,” tutup Maria.**