“Fenomena atmosfer ini sifatnya hanya sementara, sehingga tidak bisa diharapkan dapat menambah signifikan ketersediaan air tanah maupun mengurangi risiko kekeringan,” katanya.

Maria menambahkan, rendahnya curah hujan dalam waktu panjang menimbulkan dua ancaman serius di Manggarai Barat, yakni kebakaran hutan/lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah daerah.

“Angin kencang yang menyertai musim kemarau dapat mempercepat meluasnya api. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka atau membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.

BMKG mengimbau perlunya kolaborasi semua pihak untuk menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana di musim kemarau ini.

“Kewaspadaan dini sangat penting agar kita bisa bersama-sama mengurangi dampak kekeringan,” tutup Maria.**