Gelombang alun, kata dia, merupakan gelombang yang terbentuk dari pusat badai dan dapat merambat jauh hingga ke wilayah perairan sekitarnya.

“Sistem ini juga berpotensi meningkatkan intensitas hujan dan angin kencang, serta alun atau swell yang dapat merambat hingga ke perairan Taman Nasional Komodo,” jelasnya.

Fenomena gelombang tinggi tersebut, menurut Maria, telah berlangsung sejak Kamis, 25 Desember 2025. Yang menjadi perhatian khusus, kondisi ini tidak hanya terjadi di wilayah selatan Selat Sape, tetapi juga meluas ke bagian utara yang biasanya relatif lebih tenang.

“Gelombang sudah mulai naik sejak kemarin, biasanya hanya di selatan tapi kali ini juga di perairan utara dari Selat Sape yang biasanya cenderung lebih rendah,” kata Maria.

Ia menambahkan, status sistem cuaca tersebut telah meningkat menjadi bibit siklon 96S sejak 25 Desember 2025, setelah sebelumnya hanya teridentifikasi sebagai daerah tekanan rendah.

BMKG juga menegaskan adanya batasan keselamatan pelayaran yang harus dipatuhi seluruh pengguna jasa laut, khususnya nelayan dan operator kapal wisata.