Ia menegaskan, daftar korban yang terus bertambah di balik label Labuan Bajo sebagai destinasi super premium merupakan ironi yang menyakitkan.
“Litani daftar korban yang semakin memanjang di balik predikat Labuan Bajo sebagai destinasi super premium, tidak saja membuat kita semua menunduk malu, bahkan jauh dari itu, menampar wajah Indonesia di panggung dunia,” ucap politisi Partai NasDem tersebut.
Sebagai putra daerah Manggarai Barat, Beni Nurdin menyampaikan doa dan harapan agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Ia mengutip ungkapan kearifan lokal Manggarai: “Dopo koe ndoos irus one isung, lu’u one mata, latang sangged ase kae,” yang berarti, cukup di sini saja kejadian seperti ini, semoga tidak ada lagi peristiwa serupa di kemudian hari.
Ungkapan itu, menurutnya, mewakili perasaan duka mendalam atas niat para korban yang hendak mengukir kenangan indah bersama keluarga, namun justru berujung pada tragedi yang menyayat hati.
“Bayangkan mereka adalah anggota keluarga kita yang tercinta. Setinggi apa pun jabatan yang kita miliki, semua pasti terasa hampa,” katanya.





Tinggalkan Balasan