LABUANBAJOVOICE.COM — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Manggarai Barat berlangsung meriah dan penuh warna melalui penyelenggaraan Bazar UMKM di Aula Sekda, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pamer kreativitas perempuan, tetapi juga menegaskan peran strategis DWP dalam penguatan ekonomi keluarga, inklusivitas pendidikan, dan pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu pusat perhatian dalam bazar adalah booth SLB Negeri Komodo, yang menampilkan aneka hasil kreasi siswa berkebutuhan khusus.
Dari kerajinan tangan hingga produk seni rupa, karya-karya ini menjadi simbol komitmen DWP dalam mendorong pendidikan dan kreativitas yang inklusif.
Booth tersebut menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi peserta. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap acara, melainkan pesan strategis bahwa pembangunan masa depan bangsa harus melibatkan seluruh anak, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
Bazar ini menghadirkan produk UMKM binaan dari tujuh unit pelaksana DWP, mulai dari aneka makanan lokal, kerajinan tangan, kain tenun Manggarai yang dikreasikan menjadi aksesoris, pakaian, hingga suvenir, produk kreatif perempuan yang menggabungkan kearifan lokal dengan kebutuhan pasar modern.
Bazar ini menjadi wadah strategis untuk menonjolkan potensi ekonomi kreatif perempuan Manggarai Barat di tengah kompetisi global.
Ketua DWP Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, menegaskan bahwa bazar UMKM ini bukan sekadar kegiatan pendamping, tetapi bagian dari proses pemberdayaan ekonomi perempuan.
“Pada puncak HUT DWP ke-26 hari ini, DWP melakukan kegiatan pasar atau pameran mini produk UMKM binaan DWP.” ujar Fatinci yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Barat.
Lebih lanjut, ia katakan, pihaknya juga melibatkan siswa SLB Negeri Komodo sebagai wujud nyata dukungan terhadap pendidikan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan misi besar DWP untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga melalui usaha berkelanjutan.
Puncak peringatan ini mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa Untuk Indonesia Emas 2045.”
Sekitar 156 peserta hadir, mulai dari berbagai organisasi perempuan, istri pensiunan ASN, hingga para sesepuh yang turut memberi dukungan moral.
Antusiasme peserta memperlihatkan bahwa DWP Mabar bukan hanya organisasi pendamping, tetapi juga kekuatan sosial yang memainkan peran signifikan dalam pembangunan karakter dan ekonomi masyarakat.
Sebelum puncak bazar, peringatan HUT ke-26 DWP juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain jalan sehat yang melibatkan ratusan anggota, penanaman pohon sebagai aksi dukungan terhadap pelestarian lingkungan, refleksi pendidikan yang dibawakan narasumber dari rumah perlindungan perempuan dan anak, membahas dinamika remaja dan tantangan era digital.
Seluruh rangkaian acara berjalan berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat serta partisipasi aktif anggota DWP di semua lini.**






Tinggalkan Balasan