LABUANBAJOVOICE.COM – Keputusan Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere menutup operasi pencarian terhadap seorang pelajar SMP yang tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, menuai sorotan publik.
Penanganan tersebut dinilai berbeda bila dibandingkan dengan operasi pencarian terhadap warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang tenggelam di perairan Labuan Bajo.
Usai melakukan operasi pencarian selama tujuh hari, Basarnas Maumere secara resmi menghentikan upaya pencarian terhadap Armendo W. Jeferson (14), pelajar kelas II SMP Katolik Santu Fransiskus Xaverius Ruteng, yang dilaporkan hilang sejak 11 Januari 2026 di lokasi wisata Air Terjun Tiwu Pai.
Hingga hari ketujuh operasi SAR, korban belum berhasil ditemukan. Kantor Basarnas Maumere kemudian memutuskan untuk menghentikan proses pencarian aktif, tidak ada penambahan waktu pencarian, dan melanjutkannya dalam bentuk pemantauan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, dalam keterangan resmi kepada media pada Sabtu (17/1/2026) menyampaikan alasan penutupan operasi SAR terhadap pelajar tersebut.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan