Ia menilai, jika BTNK ingin mengoptimalkan penerapan aplikasi SiOra sekaligus melindungi pengusaha wisata lokal, maka perlu adanya kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi anggota ASITA Manggarai Barat dalam proses pembelian tiket kunjungan wisata.
“Yang beli ticket masuk itu harus member ASITA Mabar, biar pengusaha local di Mabar ini di perdayakan untuk bisa menyaingi pengusaha besar dari luar yang hanya datang pungut uang di musim rame saja, yang susahnya kita masyarakat local,” tegasnya.
Getrudis menambahkan, ASITA merupakan wadah pelaku usaha wisata lokal yang selama ini berperan dalam pengelolaan paket perjalanan wisata di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Namun, tambahnya, sistem SiOra dinilai membuka peluang bagi wisatawan untuk membeli tiket secara mandiri tanpa melalui agen perjalanan lokal.
“ASITA ini pelaku lokal. Kalau Si ORA itu membuka luas bagi traveler langsung beli ticket SiOra itu untuk apa agent local ada, sama saja kita dengan traveler kan? ASITA mau dapat apa coba,” tegasnya kembali.





Tinggalkan Balasan