Ia menegaskan, keberadaan sistem digital terintegrasi ini diharapkan mampu menghadirkan data real-time terkait pergerakan wisatawan, sekaligus meminimalisasi ketidaksesuaian antara kebijakan dan praktik di lapangan.

Di sisi lain, Fransiskus juga menyoroti pola kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo yang hingga kini masih didominasi oleh aktivitas wisata bahari, khususnya di kawasan Taman Nasional Komodo.

“Pariwisata Labuan Bajo adalah ekosistem yang sangat kompleks, terutama dengan adanya Taman Nasional Komodo. Saat ini, sekitar 95% kunjungan wisatawan masih terpusat di laut, dengan proporsi wisatawan asing mencapai 78%,” kata Fransiskus.

Dominasi kunjungan ke destinasi laut tersebut menunjukkan bahwa wisata darat di Manggarai Barat belum berkembang secara optimal. Kondisi ini dinilai berdampak pada belum meratanya distribusi manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat lokal di wilayah daratan.

Pendalaman & Arah Kebijakan (Future Angle)
Integrasi SIORA dan “Gendang Mabar” menjadi bagian dari transformasi tata kelola pariwisata berbasis data di Manggarai Barat.