LABUANBAJOVOICE.COM — Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Gerindra, Kanisius Jehabut, melakukan monitoring terhadap proyek Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan – Percepatan Penurunan Stunting yang berlokasi di Desa Golo Mbu, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (2/7/2025).

Kegiatan monitoring ini dilakukan bersama dua anggota DPRD lainnya, yakni Rofinus Rahmat dari Partai Golkar dan Ali Sehidun dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Kegiatan tersebut menyasar proyek yang dikerjakan oleh CV. Sadawira Konstruksi dengan nilai kontrak awal sebesar Rp 1.714.786.775. Proyek ini mengalami dua kali adendum, dengan nilai akhir yang sama pada adendum pertama dan kedua, yaitu Rp 1.750.000.000.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Golo Mbu, yang dihadiri oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kepala Desa Martinus Taruna, Babinkamtibmas Sano Nggoang, serta sejumlah perwakilan masyarakat, warga menyampaikan berbagai keluhan.

“Beberapa keluhan yang kami dengar secara langsung dari warga adalah sebagian besar pipa tidak tertanam sesuai ketentuan, 140 dari total 290 unit meteran mengalami kerusakan, dan banyak stop keran yang juga rusak,” ungkap Kanisius Jehabut, Rabu malam.

Setelah mendengar laporan tersebut, ketiga anggap DPRD itu langsung meninjau ke lokasi proyek dan menemukan bahwa banyak pipa tidak ditanam sesuai spesifikasi teknis sebagaimana yang tercantum dalam kontrak, yaitu kedalaman dan lebar galian 30 x 30 cm.

“Kami meminta agar pihak penyedia jasa, dalam hal ini CV. Sadawira Konstruksi, segera memperbaiki seluruh kekurangan dan menyelaraskan pekerjaan dengan kontrak yang telah disepakati,” tegas Kanisius.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dari dinas terkait agar mutu proyek tetap terjaga.

“Kami mendorong dinas teknis untuk segera menindaklanjuti temuan ini. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting lewat penyediaan akses air bersih,” kata politisi Gerindra itu.

“Maka hasil pekerjaannya pun harus benar-benar bermanfaat dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Monitoring ini menunjukkan komitmen DPRD dalam mengawal pembangunan infrastruktur dasar yang berkualitas dan memastikan anggaran publik digunakan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.