Namun, ia mengakui bahwa jumlah insinyur di Indonesia masih terbatas sehingga perlu penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang teknologi tinggi seperti semikonduktor.
Pemerintah, kata dia, menargetkan penambahan sekitar 15.000 insinyur baru untuk memperkuat ekosistem industri teknologi nasional.
“Angka ini juga mewakili ribuan lapangan kerja yang harus diisi. Indonesia sedang menjadi pasar AI utama. Kita harus memastikan bahwa kita bukan hanya konsumen teknologi canggih, tetapi juga pencipta serta memiliki proses pembuatannya. Itulah mengapa Indonesia telah mengambil langkah strategis menuju sektor semikonduktor melalui Danantara,” jelasnya.
Untuk mempercepat penguasaan teknologi strategis, pemerintah juga memperkuat kerja sama dengan industri teknologi global.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah kerja sama antara perusahaan investasi teknologi nasional Danantara dengan perusahaan desain chip global Arm Ltd.
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di London pada bulan lalu.





Tinggalkan Balasan