LABUANBAJOVOICE.COM – Masalah kesehatan jiwa masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Manggarai Barat. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (Dinsos P3A) mencatat, hingga September 2025 terdapat 702 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah tersebut.
Angka ini sekaligus menggambarkan perlunya perhatian lebih terhadap layanan kesehatan jiwa dan sosial di daerah pariwisata super prioritas itu.
“Data ODGJ terhitung 702 orang per hari ini,” ujar Sekretaris Dinsos P3A Kabupaten Manggarai Barat, Mauritz Alviano Latubarata, dalam keterangannya kepada awak media, Senin (15/9/2025).
Mauritz menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemutakhiran data penyandang disabilitas termasuk ODGJ.
Proses ini melibatkan kerja sama lintas pihak, mulai dari Dinas Sosial, para camat, kepala desa dan lurah, dengan dukungan Yayasan Ayo Indonesia.
“Pemutakhiran ini penting agar layanan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Menurut Alvian, penanganan ODGJ di Manggarai Barat dilakukan melalui beberapa tahapan yang terintegrasi.






Tinggalkan Balasan