Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki tampilan kawasan kuliner agar lebih rapi, bersih, dan representatif sebagai destinasi wisata unggulan di Labuan Bajo.
Menanggapi persoalan saluran drainase yang kerap mampet, Theresia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan semata-mata akibat pelaku usaha membuang sampah sembarangan.
“Soal yang mampet itu, salurannya sudah banyak lumpur, pasir, dan ada sampah-sampah kecil yang menyumbat di dalam saluran pembuangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut merupakan akses terbuka untuk semua orang, sehingga persoalan drainase tidak bisa diarahkan kepada satu pihak tertentu.
Namun, tambah dia, karena kondisi tersebut mengganggu kenyamanan pengunjung dan masyarakat yang melintas, maka penanganannya menjadi tanggung jawab bersama pelaku kuliner.
“Karena itu mengganggu kenyamanan pengunjung kuliner dan masyarakat yang lewat, jadi wajib menjadi urusan pelaku kuliner yang hidupnya dari bisnis di tempat itu,” tegas Theresia.
Selama ini, kata Theresia, kegiatan kebersihan di kawasan Kampung Ujung rutin dilakukan bersama dinas terkait, termasuk melibatkan Damkar dan Satpol PP.






Tinggalkan Balasan