Aloysius menjelaskan, wawancara menilai tiga komponen utama: pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian.
“Pengetahuan meliputi wawasan kepariwisataan, sejarah dan budaya lokal, serta pemahaman destinasi. Keterampilan mencakup teknik guiding, komunikasi, problem solving di lapangan, hingga kemampuan bahasa. Sementara aspek kepribadian menilai etika, sikap pelayanan, serta integritas calon pemandu,” jelasnya.
Menurut Aloysius, seleksi ini bukan formalitas, melainkan bagian dari strategi menjaga citra pariwisata Labuan Bajo di mata dunia. Pemandu wisata, kata dia, adalah garda terdepan yang menentukan kualitas pengalaman wisatawan.
“Kami berkomitmen menjaga integritas dan kualitas pemandu wisata di Labuan Bajo. HPI tidak ingin hanya mengejar kuantitas anggota, tetapi memastikan setiap pemandu yang bergabung benar-benar kompeten, beretika, dan profesional. Ini menyangkut nama baik daerah dan masa depan pariwisata kita,” tegasnya.
Peserta yang dinyatakan lolos hingga tahap akhir akan mengikuti pelatihan lanjutan yang mencakup pendalaman teknik kepemanduan, standar pelayanan wisata, serta aspek keselamatan dan keamanan wisatawan.





Tinggalkan Balasan