Sedangkan, dari sisi kemampuan bahasa asing, mayoritas peserta menguasai Bahasa Inggris–Indonesia. Rinciannya sebagai berikut: Bahasa Prancis (1 orang), Jepang (3 orang), Mandarin (4 orang), Spanyol (1 orang), Jerman (1 orang), dan Inggris–Indonesia (214 orang).

Keberagaman spesialisasi bahasa ini dinilai penting dalam mendukung pelayanan wisatawan mancanegara, seiring meningkatnya kunjungan wisata ke destinasi super premium Labuan Bajo.

Aloysius menegaskan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan standar kualitas pelayanan pramuwisata.

Langkah ini, katanya, sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata yang berdaya saing, beretika, serta berorientasi pada pelestarian alam dan budaya lokal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya proses seleksi ini dengan tertib dan kondusif,” tutup Aloysius.

Ke depan, DPC HPI Manggarai Barat akan melanjutkan proses pembinaan dan penguatan kapasitas anggota baru melalui mekanisme organisasi, guna memastikan profesionalisme pramuwisata tetap terjaga di tengah dinamika industri pariwisata global.**