Plt Kepala SDN Jati Makmur, Abdul Karim, menyampaikan bantuan tersebut sangat berarti bagi siswa yang mayoritas berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Anak-anak sangat senang mendapat buku. Ini sangat membantu sekali. Kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Namun, ia juga mengungkap tantangan utama yang dihadapi sekolah bukan hanya keterbatasan alat tulis, melainkan buruknya akses jalan menuju lokasi sekolah.
“Jalan ke sekolah sangat memprihatinkan. Itu yang paling berat. Kami berharap bisa diperhatikan agar akses lebih lancar,” ungkapnya.
Selain persoalan infrastruktur jalan, krisis air bersih masih menjadi masalah serius. Meskipun listrik telah tersedia, kebutuhan air minum layak belum terpenuhi secara optimal.
Kondisi bangunan sekolah juga belum sepenuhnya memadai, dengan dua ruang kelas mengalami kerusakan lantai dan dinding, namun tetap digunakan karena keterbatasan ruang belajar.
Mantan Kepala SDN Jati Makmur, Maximus Madun Da Sales, mengenang perjalanan panjang berdirinya sekolah tersebut.





Tinggalkan Balasan