Petugas tidak hanya melakukan penjagaan statis, tetapi juga aktif mengatur arus kendaraan di sekitar gereja guna mencegah kemacetan dan potensi gangguan ketertiban umum.

Kapolres menekankan bahwa keberhasilan pengamanan tidak terlepas dari sinergi antara aparat kepolisian, pengurus gereja, dan masyarakat.

Koordinasi intensif dilakukan sejak sebelum pelaksanaan misa guna memetakan potensi kerawanan, termasuk kepadatan kendaraan dan pengamanan lingkungan sekitar.

“Terima kasih kami ucapkan kepada pengurus gereja dan warga masyarakat yang telah bahu-membahu menciptakan suasana ibadah yang aman dan kondusif,” ucap AKBP Christian dengan nada apresiatif.

Secara umum, pelaksanaan Misa Rabu Abu di wilayah hukum Polres Manggarai Barat berlangsung damai dan terkendali.

Aparat memastikan pengamanan akan terus dilakukan selama rangkaian masa Pra Paskah 2026, termasuk pada perayaan-perayaan puncak mendatang.

Dengan pengamanan preventif yang diperkuat, umat Katolik di Manggarai Barat kini memasuki masa Pra Paskah dengan perasaan tenang, sekaligus menjadi refleksi atas kuatnya toleransi dan komitmen menjaga harmoni sosial di Bumi Komodo.**