“Perhatikan kondisi cuaca, situasi jalan, serta kurangi kecepatan terutama saat melintasi titik-titik rawan kecelakaan,” tambahnya.

Warga setempat, Robert Perkasa, mengungkapkan truk tersebut telah lama menjadi kekhawatiran masyarakat sekitar.

“Truk ini sudah lama sekali di sini. Kondisinya makin rusak dan jelas berbahaya,” kata Robert Perkasa, Selasa (3/2/2026).

Menurut Robert, lokasi truk berada di kawasan desa wisata yang setiap hari dilintasi wisatawan mancanegara, domestik, maupun lokal. Jalur ini menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata alam di Kecamatan Sano Nggoang.

“Wae Lolos dikenal sebagai desa wisata. Setiap hari tamu lewat jalur ini. Keberadaan truk rongsokan ini mengganggu keselamatan sekaligus merusak wajah destinasi,” ujarnya.

Selain mempersempit badan jalan, keberadaan truk molen itu turut menghambat kelancaran arus lalu lintas. Saat kendaraan besar berpapasan, pengendara harus bergantian melintas dengan ruang gerak yang sangat terbatas.

Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang sebelumnya telah mengirimkan surat permohonan evakuasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat.