Charles menyampaikan bahwa tragedi KM Putri Sakinah telah mencederai rasa aman wisatawan serta berdampak serius terhadap citra pariwisata Labuan Bajo di mata dunia internasional.

Insiden ini melibatkan satu keluarga Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol, di mana hingga kini masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Lebih lanjut, Charles katakan, Kadin Manggarai Barat merasa prihatin dengan kondisi pariwisata di Labuan Bajo, dan adanya WNA Spanyol hilang bersama dua anak laki-lakinya hingga sekarang ini akibat kapal wisata yang mereka naiki berwisata di Kawasan TNK dihantam ombak hingga kapal tenggelam.

Ia menegaskan bahwa korban merupakan wisatawan yang datang dengan tujuan menikmati keindahan alam Labuan Bajo, namun justru mengalami tragedi memilukan.

“Adanya wisatawan asing yaitu juga pelatih dari Valencia B sekeluarga yang rencananya mau menikmati keindahan dan libur di labuan bajo dengan menikmati kapal akhirnya mendapatkan musibah dan kecelakaan sehingga meninggal,” ujarnya.

Menatap tahun 2026, Kadin Manggarai Barat mendesak Kemenhub RI agar melakukan langkah strategis dengan menunjuk pejabat KSOP yang memahami kondisi lokal.