“Gelombang sudah mulai naik sejak kemarin, biasanya hanya di selatan tapi kali ini juga di perairan utara dari Selat Sape yang biasanya cenderung lebih rendah,” kata Maria.

Ia menambahkan, gelombang tinggi telah terjadi sejak Kamis, 25 Desember 2025, dan fenomena ini tidak hanya terbatas di Selat Sape bagian selatan, namun juga meluas ke bagian utara Manggarai Barat.

Maria menegaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan saran keselamatan bagi berbagai jenis kapal, yakni:

  • Perahu nelayan diimbau tidak melaut saat angin ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 meter.
  • Kapal tongkang/kecil agar menunda pelayaran saat angin ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 meter.
  • Kapal ferry diimbau meningkatkan kewaspadaan saat angin ≥21 knot dan gelombang ≥2,5 meter.

Ia menekankan bahwa BMKG hanya dapat memberikan imbauan dan peringatan dini, sementara penyesuaian operasional pelayaran menjadi kewenangan otoritas terkait.

“Penyesuaian operasional pelayaran agar disesuaikan dengan kondisi cuaca terkini dan ketentuan keselamatan pelayaran oleh KSOP, serta selalu memantau informasi dan peringatan dini BMKG,” ujarnya.