Namun, kata dia, sekitar 30 menit perjalanan, kapal mengalami mati mesin, hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Korban selamat kemudian dievakuasi oleh unsur SAR dan kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Sebelum kejadian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku wisata bahari di perairan Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa tinggi gelombang saat ini berkisar antara 0,7–1,5 meter (kategori sedang) dan berpotensi meningkat akibat bibit siklon 96S di barat daya Pulau Sumba.
“Tinggi gelombang saat ini berkisar 0.7–1,5 meter (kategori sedang) dan berpotensi meningkat secara signifikan akibat pengaruh bibit siklon 96S di barat daya Pulau Sumba,” ujar Maria, Jumat (26/12/2025).
Maria menjelaskan, bibit siklon tersebut berpotensi memicu peningkatan intensitas hujan, angin kencang, serta alun (swell)—gelombang yang berasal dari pusat badai dan dapat merambat hingga ke perairan Taman Nasional Komodo.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan