Ia juga meminta pemilik kapal memastikan ketersediaan sarana dan prasarana keselamatan, serta menempatkan keselamatan penumpang di atas kepentingan komersial.
“Orientasi kita bukan mengejar penumpang kita full tapi setiap yang ikut berlayar bersama kapal kita bagaimana memberi kepastian yang ada dalam kapal selamat dan saya yakin ini bisa,” ujarnya.
Bupati Endi mengungkapkan pada 2025 tercatat 46.423 pergerakan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo dengan jumlah wisatawan mencapai 543.956 orang. Beberapa insiden kecelakaan bahkan menelan korban jiwa.
Ia menegaskan perlunya perbaikan tata kelola keselamatan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Mari kita perbaiki soal tata kelola, tidak hanya di otoritas yang paling penting itu adalah kita. Kalau kita mampu menyuguhkan yang terbaik keselamatan adalah hal yang hakiki atas seluruh pelayanan kita maka orang akan meninggalkan wisata di tempat lain dan beralih ke kita,” ucapnya.
Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan sejumlah poin hasil rapat Forkopimda, antara lain: nahkoda tidak memaksakan berlayar saat cuaca buruk; ketersediaan dan fungsi alat keselamatan seperti life jacket, sekoci dan APAR; serta penguatan sinergi antara pemerintah, KSOP dan pelaku usaha untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi.





Tinggalkan Balasan