“Mari kita jaga bersama agar kebanggan ini tidak hanya sesaat tapi berlanjut sampai dengan anak cucu cicit kita dengan prinsip tidak akan berkesudahan, tidak bosan,” ucapnya.
“Maka dari itu sangat berharap bahwa mari kita bersinergi, berkolaborasi, kita bekerja bersama dan sama sama kerja, kita tinggalkan bahwa sektor ini jadi kewenangan pemerintah daerah, provinsi dan pusat, mari kita melebur dan satu hati kita urus rakyat yang ada di negeri ini,” tambahnya.
Berkaca pada sejumlah musibah kapal wisata di Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Forkopimda dalam rapat pada Senin, 9 Februari 2026 sepakat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pariwisata Bahari.
Satgas ini melibatkan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, serta instansi vertikal di Labuan Bajo.
Satgas bertugas memitigasi dan membenahi berbagai kekurangan dalam proses pelayaran wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.
“Sehingga tidak ada lagi anggapan ini murni kerja KSOP. Kita jadikan rangkaian peristiwa yang kemarin adalah guru yang terbaik. Sekaligus ini bagian dari mitigasi agar hak hal yang kasat mata yang jadi hambatan dari seluruh rangkaian proses berwisata maupun pulang dan pergi yang melintasi perairan yang kurangnya akan dibenahi lewat tim satgas,” kata Bupati Edi.





Tinggalkan Balasan