Menariknya, kondisi jalan di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan baik, beraspal mulus, serta cuaca cerah.
Arus lalu lintas pun relatif sepi. Namun, kondisi sepi di jalur tanjakan panjang diduga memicu turunnya konsentrasi pengemudi hingga mengalami microsleep atau tertidur sesaat di balik kemudi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat, IPDA Bayu Wicahya Soekarno, S.H., membenarkan bahwa faktor kelelahan menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan dipicu karena pengemudi dalam kondisi mengantuk. Saat menyadari mobil hilang kendali, sopir secara spontan banting setir ke arah kiri hingga kendaraan keluar dari badan jalan dan masuk ke dalam jurang,” ujar IPDA Bayu dalam keterangan resminya.
Akibat kejadian tersebut, bus mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian material mencapai Rp 10 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Dari empat penumpang yang diangkut, tiga orang mengalami luka lecet ringan. Sementara sopir dan kondektur dilaporkan selamat tanpa luka.





Tinggalkan Balasan