Dalam perjalanan menuju lokasi survei, rombongan mendapati sebuah truk pengangkut bahan bangunan mengalami gagal menanjak di Tanjakan Dalong.

Kendaraan tersebut bahkan mundur hingga keluar sebagian dari badan jalan, memicu kekhawatiran akan potensi kecelakaan.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan truk tersebut mengangkut spandek dan sejumlah bahan lainnya, serta barang pribadi dengan total muatan diperkirakan mencapai lebih dari delapan ton.

“Mobil ada muat spandek untuk dibawa ke Ngada. Beratnya 8 ton lebih bahan untuk bangun gedung koperasi merah putih,” ujar salah seorang penumpang dalam truk tersebut saat menjawab pertanyaan petugas Turjawali.

Melihat kondisi tersebut, AIPTU Herman Teddy segera mengambil langkah preventif dengan meminta sopir mengurangi muatan agar kendaraan mampu menanjak dengan aman.

Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, khususnya pada jalur dengan karakteristik medan berat dan rawan kecelakaan.

“Kami mengimbau pengemudi untuk memperhatikan kapasitas muatan kendaraan. Jalan dengan tanjakan ekstrem sangat berisiko jika kendaraan membawa beban berlebih. Keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain harus menjadi perhatian utama,” tegas AIPTU Teddy.