Kedua kapal pesiar tersebut diketahui bertolak dari Darwin, Australia, sebelum melanjutkan pelayaran dan singgah di kawasan Labuan Bajo.
Para penumpang didominasi wisatawan asing asal Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, serta sejumlah negara di kawasan Eropa lainnya.
Selama berada di Labuan Bajo, para wisatawan memanfaatkan waktu singgah sekitar tujuh hingga delapan jam untuk menjelajahi berbagai daya tarik wisata alam dan bahari di kawasan TNK sebelum melanjutkan pelayaran ke destinasi berikutnya.
“Para penumpang singgah di perairan kawasan TNK untuk berwisata selama kurang lebih 7 hingga 8 jam sebelum melanjutkan perjalanan mereka,” ujar Charles.
Ia menegaskan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal menjalani pemeriksaan keimigrasian secara menyeluruh oleh petugas Imigrasi Labuan Bajo.
Pemeriksaan tersebut difokuskan pada verifikasi dokumen perjalanan dan dilaksanakan secara intensif serta profesional sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Pemeriksaan keimigrasian dilakukan secara menyeluruh oleh petugas Imigrasi Labuan Bajo dengan fokus pada pengecekan dokumen perjalanan seluruh penumpang dan awak kapal,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan