Hasanudin secara terbuka memaparkan kondisi fiskal daerah yang terdampak langsung kebijakan pusat.

“Kondisi negara sedang tidak stabil. Ada kebijakan efisiensi anggaran dari pusat, lewat Keppres Nomor 1 Tahun 2025 yang berdampak langsung ke daerah,” ungkapnya.
Ia menyebut Manggarai Barat mengalami pemangkasan anggaran hampir ratusan miliar, sementara daerah masih sangat bergantung pada dana transfer pusat.
Plt. Kepala SDI Negeri Raong, Abdul Asmin, menyampaikan sejumlah persoalan serius di sektor pendidikan.
“Sekolah kami kesulitan WC guru dan murid. Kekurangan guru agama sejak April 2025. Anak-anak di data untuk MBG sejak Oktober, dijanjikan November, tapi belum ada,” keluhnya.
Ia juga menyoroti persoalan P3K Paruh Waktu yang tidak di-SK, diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta, serta persoalan air bersih di lingkungan sekolah dan masyarakat.






Tinggalkan Balasan