Ia menyebut masyarakat merasa bangga karena putra daerah hadir kembali menyerap aspirasi.

Samaila juga menyoroti perubahan Desa Golo Mori yang kini berstatus desa wisata serta tantangan kesiapan sumber daya manusia di tengah rencana pembangunan hotel berkapasitas besar tahun 2026 di wilayah selatan Manggarai Barat.

“Pertanyaan sekarang sumber daya kita siap tidak. Satu kamar butuh tiga karyawan, mampukah anak-anak kita? Tapi saya optimis, dari sekarang kita mulai berbenah, jangan berpangku tangan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hasanudin menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar formalitas politik.

“Saya sudah berjanji, kalau saya terpilih saya akan kembali. Dan hari ini saya penuhi janji itu,” kata Hasanudin.

Ia menjelaskan bahwa reses merupakan amanat undang-undang yang wajib dijalankan seluruh anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Kami di DPRD berjumlah 30 orang, dan tidak semua desa bisa kami kunjungi. Maka ketika Kampung Raong dipilih, itu karena saya tahu di sini banyak kebutuhan mendesak,” jelasnya.