Mengenai bendungan, Hasanudin menyebutnya sebagai kepentingan umum yang menjadi tanggung jawab moral DPRD. Ia juga membeberkan kondisi fiskal daerah.

“APBD kita sangat terbatas. Untuk fisik di tahun 2026 hampir tidak ada, hanya sekitar dua miliar. Tapi karena bendungan ini menyangkut kepentingan umum, saya tetap akan perjuangkan dan sampaikan ke pemerintah serta di internal DPRD,” ungkapnya terbuka.

Ia menegaskan seluruh aspirasi warga akan dicatat dan diperjuangkan, baik melalui DPRD maupun komunikasi langsung dengan pemerintah daerah.

“Percaya dan yakin saja, kebutuhan ini sangat mendesak dan menjadi kepentingan umum. Saya akan berjuang bersama Bapak Mama sebagai perwakilan di DPRD,” pungkasnya.

Usai pertemuan, Hasanudin juga memberikan sumbangan uang tunai untuk Gereja Cumbi sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap kehidupan beragama masyarakat setempat.**