Kata Sardi Jermat, program ini dirancang untuk dikelola secara kolektif oleh kelompok masyarakat, dengan pendekatan pendampingan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, saya menginisiasi program pendampingan ‘1 Kampung 1 Hektare Jagung’ yang dikelola secara kolektif oleh kelompok masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga dirancang memiliki dampak lanjutan terhadap ketersediaan bahan pakan ternak, khususnya bagi kelompok peternak ayam dan ternak babi yang banyak berkembang di wilayah Dapil II.
Menurutnya, integrasi antara sektor pertanian dan peternakan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.






Tinggalkan Balasan