Upaya pencarian tidak hanya dilakukan di permukaan laut, namun juga menyasar kolom air dan dasar laut, mengingat kuatnya arus serta karakteristik perairan kawasan TNK yang cukup ekstrem.

Fathur mengungkapkan, pada hari kedelapan operasi SAR ini, sekitar 152 personel diterjunkan dengan 11 unit kapal yang berasal dari berbagai instansi, antara lain Basarnas, TNI/Polri, KSOP Labuan Bajo, Searider Gakkum Kementerian Kehutanan, serta speedboat wisata anggota Gahawisri Labuan Bajo.

Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya kemanusiaan menemukan para korban yang belum ditemukan.

Lebih lanjut, Fathur memaparkan secara rinci cakupan wilayah pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan pada hari ini, baik menggunakan kapal besar maupun perahu cepat menggunakan KN Puntadewa 250: penyisiran permukaan laut dengan luas area 15,4 Nautical Mile (NM), Sea Raider KSOP Labuan Bajo: luas area pencarian 12,6 NM.

Kemudian, Sea Raider Lanal Labuan Bajo: luas area pencarian 11 NM, dan RIP 500 PK Pos SAR Labuan Bajo: luas area pencarian 7,5 NM.