“Termasuk hari ini akan kita luncurkan aplikasi soal rantai pasok di dapur MBG. Kalau ini terlaksana secara baik dengan berbagai indikator, orang juga mengisinya tidak asal bapak senang atau suka-suka, maka sebenarnya dari sini juga kita bisa menetapkan kebijakan kita ke depan,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan para operator aplikasi agar menjaga integritas data sehingga sistem tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi petani.

Ia menilai selama ini sektor primer pertanian mengalami stagnasi bahkan cenderung menurun, sementara pertumbuhan ekonomi daerah masih didominasi sektor jasa.

“Faktor primernya ini tidak hanya jalan di tempat, kecenderungannya turun. Ini tugas kita bagaimana meyakinkan, memberi edukasi, merubah mindset, mendorong para petani ini untuk memanfaatkan berbagai program dari pemerintah,” ungkapnya.

Melalui aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga, pemerintah dapat memantau secara real-time distribusi hasil pertanian desa yang terserap ke dapur MBG. Sistem ini diharapkan mampu memastikan kesinambungan pasar bagi petani.